Kehidupan Masyarakat Muslim Di Tanah Papua



Toleransi antar umat beragama di tanah Papua sangat di junjung tinggi, terbukti dengan adanya konsep “SATU TUNGKU TIGA BATU” yakni terdapat tiga penganut agama berbeda dalam satu keluarga yang tinggal dalam satu atap.

Papua bukan hanya tentang keindahan alam dan keragaman budaya suku-suku pedalaman yang eksotik. Namun masyarakat papua juga terkenal dengan toleransi antar sesama yang sangat tinggi, ini bisa dilihat dengan adanya istilah “satu tungku tiga batu” yakni dalam satu keluarga terdapat 3 (tiga) penganut agama berbeda yang tinggal dalam satu atap. Islam, katholik, dan protestan. Tapi mereka bisa hidup rukun, saling menghormati, dan saling menjaga satu sama lain. Lalu bagaimana dengan kehidupan komunitas masyarakat muslim di Papua? Pertanyaan yang akhirnya terjawab setelah saya menjelajahi lebih dekat tanah Cendrawasih ini.
Papua memiliki wilayah yang sangat luas bahkan termasuk sebagai pulau no.2 terbesar di Dunia, sedangkan di Indonesia Papua memiliki luas 4 kali lebih besar dari pulau jawa. Maka wajar jika Kehidupan masyarakatnya sangat dekat dengan alam dan kepercayaan leluhur masih dipegang teguh. Tapi taukah anda bahwa jumlah masyarakat muslim di seluruh tanah papua mencapai 45% lebih bahkan sekitar 60% lebih masyarakat Papua Barat adalah seorang muslim, ini belum ditambah dengan pendatang muslim dari tanah Sulawesi, jawa, dan Sumatra.

sumber : infobakpacker